Lima Mitos Gagap

Mitos: Orang gagap tidaklah pintar.
Kenyataan: Tidak ada hubungan antara kegagapan dan intelegensi.

Mitos: Kegagapan akibat grogi.
Kenyataan: Grogi bukanlah penyebab kegagapan. Juga tidak dapat diasumsikan bahwa orang yang gagap akibat dari sikap grogi, penakut, cemas, atau pemalu. Mereka memiliki kepribadian yang sama dengan orang yang tidak gagap.

Mitos: Kegagapan dapat terjadi karena meniru atau mendengarkan orang gagap.

Kenyataan: Tidak ada yang mengetahui secara tepat penyebab dari kegagapan, tetapi penelitian terbaru mengindikasikan bahwa genologi keluarga (gen), pertumbuhan syaraf-syaraf neuro, dan lingkungan anak-anak, termasuk di dalamnya perubahan dalam keluarga, semuanya memberikan kontribusi munculnya kegagapan.

Mitos: Akan membantu jika mengatakan “ambil nafas yang dalam sebelum berbicara” atau “pikirkan apa yang akan dikatakan sebelum berbicara” kepada orang gagap.
Kenyataan: Nasehat ini hanya akan membuat orang gagap semakin stres, mengakibatkan gagap menjadi lebih parah. Respon yang membantu bisa dilakukan dengan cara mendengarkan dengan sabar dan anda bisa memberikan contoh bagaimana berbicara dengan pelan dan benar.

Mitos: Stres menyebabkan gagap.
Kenyataan: Sebagaimana dijelaskan di atas, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi. Stres bukanlah penyebabnya, tetapi stres dapat meningkatkan kegagapan.

========================
Sumber Artikel: Myths About Stuttering

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.